Romantisme adalah
aliran seni rupa yang lebih menampilkan nilai-nilai fantastis, indah,
irasional, dan absurd. Umumnya menceritakan kisah-kisah romantis atau dramatis.
Beberapa ciri karya seni yang menganut aliran romantisme antara lain permainan
warna yang lebih meriah, objek lebih sedikit, adanya objek pria gagah atau
wanita yang lembut. Tokoh atau seniman yang menganut aliran ini antara lain Raden
Saleh, Theobore, dan Gerriwult.
Romantisisme berasal
dari kata Perancis, roman (cerita), dan memang dalam gaya Romantisisme juga
mencerminkan adanya pengaruh sastra roman Perancis. Terutama dalam melukiskan
cerita-cerita tragedi yang dasyat, kejadian dramatis yang mencekam. Pelopor
gerakan Romantisisme adalah Theodore Gericault (1791-1824) dengan salah satu
karyanya yang terkenal Rakit Medusa (1818). Sebagai kelanjutan, Romantisisme
tetap merupakan gerakan seni yang lari dari kenyataan hidup, menggarap dunia
yang ideal dan misterius dengan menggunakan teknik-teknik akademisme yang
rasional.
Munculnya Aliran
Romantisme adalah menentang aliran seni neoklasikisme yang sudah bertahan
puluhan tahun di Perancis, Kaum Romantisme menentang Neoklasikisme dengan
berbagai alasan, yaitu :
1. Neoklasik terlalu rasional dalam berkarya.
2. Neoklasik menampilkan tema-tema cerita klasik sebagai cermin
kehidupan bangsawan,
3. Neoklasik tidak menonjolkan peranan unsur pribadi.
Sedangkan kaum
Romantisisme justru sebaliknya :
1. Romantisisme berkarya melalui pendekatan emosional.
2. Romantisisme lebih banyak menampilkan tema-tema kehidupan dunia
misteri, cerita roman, tema yang eksotik (cerita dari negeri China, Islam,
Afrika).
3. Romantisisme menonjolkan peranan perasaan pribadi seniman, misalnya
dalam segi komposisi yang dinamis (diagonal) dan unsur warna dengan gelap
terang yang didramatisir.
Perbedaan dasar
antara aliran Neoklasisisme dan aliran Romantisisme adalah:
1. Orientasi seni Neoklasisisme pada seni klasik yang serba rasional,
sedangkan Romantisisme pada dunia misteri yang baru yang terungkap dari
cerita-cerita roman yang emosional dan imajinatif, cerita-cerita dari China,
Islam, dan Afrika (eksotisme).
2. Tema seni dalam Neoklasisisme bersumber pada cerita-cerita klasik
yang mencerminkan kehidupan para bangsawan, sedangkan tema Romantisisme pada cerita roman dengan kejadian-kejadian yang dramatis mengharukan.
3. Seni Neoklasisisme tidak menonjolkan peranan unsur peibadi, sedangkan Romantisisme justru menonjolkan perasaan pribadi (emosional).
Jika dikaji secara
mendalam, karya seni Romantisisme memiliki ciri-ciri khasnya sebagai berikut:
1. Komposisi lukisan tidak statis, tetapi komposisi yang mengungkapkan
kesan dramatik, misalnya dengan komposisi diagonal.
2. Unsur warna dan gelap terang ditonjolkan untuk mencapai kesan
dramatiknya. Pelukis yang terkenal dengan menampilkan ciri-ciri tersebut ialah
Delacroix (1798-1863). Jiwa Romantisnya tampak pada kebiasaan hidup
berpetualang (bohemianisme), meskipun ia sukses dalam lingkungan salon. Ia
pemuja pelukis Rubens dan Michelangelo (dari periode Renesan). Karya-karya
Delacroix yang terkenal di antaranya ―Pembunuhan besar-besaran di Scio‖ (1824), Perburuan Senja, dan Perampokan Rebecca‖.
Pengaruh
Romantisisme pernah dialami oleh pelopor seni lukis baru Indonesia yaitu Raden
Saleh Syarif Bustaman yang memperoleh pengalaman seni Romantisisme di Eropa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar