Rabu, Desember 21, 2016

Romantisme


Romantisme adalah aliran seni rupa yang lebih menampilkan nilai-nilai fantastis, indah, irasional, dan absurd. Umumnya menceritakan kisah-kisah romantis atau dramatis. Beberapa ciri karya seni yang menganut aliran romantisme antara lain permainan warna yang lebih meriah, objek lebih sedikit, adanya objek pria gagah atau wanita yang lembut. Tokoh atau seniman yang menganut aliran ini antara lain Raden Saleh, Theobore, dan Gerriwult.
Romantisisme berasal dari kata Perancis, roman (cerita), dan memang dalam gaya Romantisisme juga mencerminkan adanya pengaruh sastra roman Perancis. Terutama dalam melukiskan cerita-cerita tragedi yang dasyat, kejadian dramatis yang mencekam. Pelopor gerakan Romantisisme adalah Theodore Gericault (1791-1824) dengan salah satu karyanya yang terkenal Rakit Medusa (1818). Sebagai kelanjutan, Romantisisme tetap merupakan gerakan seni yang lari dari kenyataan hidup, menggarap dunia yang ideal dan misterius dengan menggunakan teknik-teknik akademisme yang rasional.

Munculnya Aliran Romantisme adalah menentang aliran seni neoklasikisme yang sudah bertahan puluhan tahun di Perancis, Kaum Romantisme menentang Neoklasikisme dengan berbagai alasan, yaitu :
1.  Neoklasik terlalu rasional dalam berkarya.
2. Neoklasik menampilkan tema-tema cerita klasik sebagai cermin kehidupan             bangsawan,
3. Neoklasik tidak menonjolkan peranan unsur pribadi.

Sedangkan kaum Romantisisme justru sebaliknya :
1.   Romantisisme berkarya melalui pendekatan emosional.
2. Romantisisme lebih banyak menampilkan tema-tema kehidupan dunia misteri,       cerita roman, tema yang eksotik (cerita dari negeri China, Islam, Afrika).
3. Romantisisme menonjolkan peranan perasaan pribadi seniman, misalnya dalam       segi komposisi yang dinamis (diagonal) dan unsur warna dengan gelap terang         yang didramatisir.

Perbedaan dasar antara aliran Neoklasisisme dan aliran Romantisisme adalah:
1. Orientasi seni Neoklasisisme pada seni klasik yang serba rasional, sedangkan         Romantisisme pada dunia misteri yang baru yang terungkap dari cerita-cerita       roman yang emosional dan imajinatif, cerita-cerita dari China, Islam, dan             Afrika    (eksotisme).
2. Tema seni dalam Neoklasisisme bersumber pada cerita-cerita klasik yang             mencerminkan kehidupan para bangsawan, sedangkan tema Romantisisme pada     cerita roman dengan kejadian-kejadian yang dramatis mengharukan.
3. Seni Neoklasisisme tidak menonjolkan peranan unsur peibadi, sedangkan               Romantisisme justru menonjolkan perasaan pribadi (emosional).
    
Jika dikaji secara mendalam, karya seni Romantisisme memiliki ciri-ciri khasnya sebagai berikut:
1. Komposisi lukisan tidak statis, tetapi komposisi yang mengungkapkan kesan          dramatik, misalnya dengan komposisi diagonal.
2. Unsur warna dan gelap terang ditonjolkan untuk mencapai kesan dramatiknya.      Pelukis yang terkenal dengan menampilkan ciri-ciri tersebut ialah Delacroix          (1798-1863). Jiwa Romantisnya tampak pada kebiasaan hidup berpetualang          (bohemianisme), meskipun ia sukses dalam lingkungan salon. Ia pemuja pelukis      Rubens dan Michelangelo (dari periode Renesan). Karya-karya Delacroix yang       terkenal di antaranya ―Pembunuhan besar-besaran di Scio (1824), Perburuan     Senja, dan Perampokan Rebecca.

  Pengaruh Romantisisme pernah dialami oleh pelopor seni lukis baru Indonesia       yaitu Raden Saleh Syarif Bustaman yang memperoleh pengalaman seni                   Romantisisme di Eropa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar